Kegiatan dibuka oleh Wakapolres Penajam Paser Utara, Kompol Roganda, S.H., yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, judi online, penipuan digital, hingga kejahatan siber lainnya yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya menjelaskan bahwa Cyber Resilience Community (CRC) merupakan inovasi berbasis pemolisian masyarakat yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor guna membangun ekosistem digital yang aman. Program ini mengusung lima pilar utama, yakni edukasi, pencegahan, deteksi dini, pelaporan, dan penanganan, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali, mengantisipasi, serta melaporkan berbagai bentuk ancaman kejahatan siber secara mandiri.
Selain memberikan pemahaman mengenai konsep CRC, peserta juga dibekali pengetahuan tentang berbagai modus kejahatan siber yang sering terjadi, di antaranya phishing, malware, social engineering, dan data breach. Masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam menjaga data pribadi, tidak mudah percaya terhadap tautan mencurigakan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi tindak kejahatan di ruang digital.
Sebagai bagian dari implementasi awal, Program CRC akan diterapkan di empat Polres sebagai pilot project. Program tersebut menyasar Kasat Binmas, Kapolsek, Bhabinkamtibmas, kepala desa, lurah, hingga tokoh masyarakat agar edukasi dan penguatan literasi keamanan siber dapat menjangkau masyarakat secara luas hingga tingkat desa dan kelurahan.
Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan silaturahmi dan sosialisasi kepada Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Syahrudin M. Noor, Bupati Penajam Paser Utara H. Mudyat Noor, S.Hut., serta Lurah Penajam Syafaruddin, S.Sos. sebagai bentuk penguatan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan digital di Kalimantan Timur.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya ancaman kejahatan siber. Melalui Program Cyber Resilience Community, diharapkan terbangun masyarakat yang cerdas, tangguh, dan mampu menjaga keamanan ruang digital secara bersama-sama, sekaligus mendukung terwujudnya Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara yang aman dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
